KASUS NARKOBA YANG SEMAKIN MARAK DI INDONESIA
Berbagai kasus narkoba yang ada di negara kita
Indonesia semakin marak terjadi akhir-akhir ini seperti yang lagi
hangat-hangatnya terjadi sekarang yaitu kasus bupati yang tertangkap basah
memakai barang haram narkoba. Bupati tersebut bernama Ahmad Wazir Nofiadi seorang
bupati dari Ogan Ilir yaitu sebuah kabupaten yang berjarak 31 km dari Palembang. Ironisnya, tak sampai sebulan
setelah dilantik, Nofi ditangkap Minggu (13/3) malam di rumah orang tuanya yang
sekompleks dengan rumahnya di Palembang. Nofi
adalah putra keempat mantan Bupati Ogan Ilir dua periode, Mawardi Yahya. Nofi
melanjutkan estafet kepemimpinan ayahnya. Sebagai seorang nomor satu di daerah Ogan Ilir
seharusnya bupati Nofiadi memberikan contoh dan teladan yang baik untuk
rakyatnya bukan malah membuat sesuatu yang tidak sepatutnya dilakukan oleh
seorang pemimpin, memakai narkoba adalah hal yang sangat memalukan karena
barang haram itu sangat merugikan keberlangsungan hidup bangsa.
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir
tidak bisa dicegah. Mengingat sekarang begitu mudahnya mendapatkan barang haram
tersebut dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Barang haram ini dapat
menyerang siapa saja, kalangan atas maupun kalangan bawah dan bahkan anak-anak usia sekolah dasar, tapi
yang menjadi sasaran empuk narkoba umumnya adalah generasi muda. Sungguh ironis
generasi yang seharusnya menjadi penerus bangsa begitu mudahnya dicekoki barang
haram yang dapat membahayakan untuk
dirinya sendiri dan untuk bangsa ini juga. Arus globalisasi memang
banyak membawa pengaruh negatif bagi keberlangsungan hidup bangsa ini. Terutama
bagi kalangan muda yang masih belum bisa memilih dan memilah sesuatu yang masuk
dari arus globalisasi tersebut, mereka masih mempunyai pikiran dangkal yang
hanya ikut-ikutan tren zaman sekarang atau yang lagi buming terjadi sekarang
ini. Kalangan muda memang belum sebenarnya tahu jati diri mereka sehingga begitu mudahnya terpengaruh oleh pergaulan
bebas yang akan membawa ke arah negatif tanpa mereka sadari.
Untuk para pemakai narkoba yang sudah
ketergantungan dengan narkoba seharusnya perlu direhabilitasi dengan segera
karena akan menyebabkan efek negatif terhadap dirinya sendiri dan lingkungan
sekitarnya. Dari gejala-gejala kecil efek negatifnya adalah mudah marah, mudah tersinggung,
pucat menjadi tak bersemangat dalam menjalani aktifitasnya dan lain sebagainya yang pasti akan membuat
dirinya tersiksa sendiri dan yang lebih parah malah membuat orang yang
disekitarnya mendapatkan efek negatif dari pemakai narkoba tersebut.
Dari kota besar seperti ibu kota hingga
pelosok kota sudah menjadi jalur barang haram itu seperti kota Jepara, salah
satu kota dari Jawa Tengah yang menjadi salah satu dari jalur transaksi barang
haram itu. Jepara merupakan tempat yang strategis dikarenakan banyaknya pantai
yang ada disana yang bisa dijadikan sebagai jalur penyeludupan barang ilegal
tersebut. Narkoba sekarang ini telah menjadi ancaman serius bagi bangsa
Indonesia. Tindakan BNN sangat di perlukan
untuk mengatasi masalah yang merajalela ini. Perlunya sikap tegas BNN untuk
menghukum dan membuat efek jera harus segera dilakukan agar barang haram
tersebut tidak merugikan bagi kelangsungan hidup bangsa ini. Seharusnya hukuman
mati yang sudah dilaksanakan bagi para pengedar narkoba sudah menjadi efek jera bagi pelaku tindak
kejahatan penyalahgunaan narkoba tapi ternyata masih banyak para pemakai dan
para pengedar yang malah semakin merajalela melakukan tindak kejahatan itu
hanya dikarenakan masalah kebutuhan ekonomi yang menggiurkan bagi para
pengedarnya. Dan adanya sifat keingintahuan remaja, ikut-ikutan atau hanya
sekedar ingin mencoba saja dan akhirnya membuat sifat ketergantungan memakai
barang haram ini.
Faktanya gembong narkoba yang berada di Lapas
masih bisa mngendalikan jaringan peredaran gelapnya meskipun di balik sel
penjara. Dan seharusnya fakta ini harus segera ditindak lanjuti oleh para pihak
kepolisian yang bertugas di Lapas tersebut. Barang haram ini telah merambah ke
dunia pendidikan. Dan tidak sepantasnya penerus bangsa mengkonsumsi barang yang
tidak layak konsumsi itu yang hanya mengakibatkan efek negatif bagi tubuh dan
perkembangannya yang menyebabkan ketergantungan saja.
Peran orang tua sangat penting dan sangat diperlukan
mengingat barang ini telah merambah
kedunia pendidikan di usia anak sekolah dasar yang sungguh memprihatinkan. Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika
melakukan program anti narkoba di sekolah. Yang pertama adalah dengan mengikut sertakan keluarga. Banyak penelitian telah
menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk
keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap
keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua
dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah.
Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering
digunakan. Orang tua perlu mengawasi
anak disaat di luar sekolah atau aktivfitasnya di rumah dari bermain dan
pergaulannya.
Sebagai seorang mahasiswa, kita sebaiknya
bisa memilih dan memilah pergaulan yang tidak membawa kita ke arah negatif.
Kita bisa memilih teman atau perkumpulan diskusi yang memang sudah terjamin tujuannya yang berusaha mencerdaskan
kehidupan bangsa ini dan berusaha menghilangkan sesuatu yang negatif yang ada
pada generasi muda sekarang. Oleh sebab itu, mulai saat ini pendidik,
pengajar, dan orang tua, harus sigap serta waspada, akan bahaya narkoba yang
sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut
di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik dari bahaya narkoba tersebut, sehingga
harapan untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan
datang dapat terealisasikan dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar