Selasa, 22 Maret 2016

artikel narkoba


KASUS NARKOBA YANG SEMAKIN MARAK DI INDONESIA
Berbagai kasus narkoba yang ada di negara kita Indonesia semakin marak terjadi akhir-akhir ini seperti yang lagi hangat-hangatnya terjadi sekarang yaitu kasus bupati yang tertangkap basah memakai barang haram narkoba. Bupati tersebut bernama Ahmad Wazir Nofiadi seorang bupati dari Ogan Ilir yaitu sebuah kabupaten yang berjarak 31 km dari  Palembang. Ironisnya, tak sampai sebulan setelah dilantik, Nofi ditangkap Minggu (13/3) malam di rumah orang tuanya yang sekompleks dengan rumahnya di Palembang. Nofi adalah putra keempat mantan Bupati Ogan Ilir dua periode, Mawardi Yahya. Nofi melanjutkan estafet kepemimpinan ayahnya. Sebagai seorang nomor satu di daerah Ogan Ilir seharusnya bupati Nofiadi memberikan contoh dan teladan yang baik untuk rakyatnya bukan malah membuat sesuatu yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang pemimpin, memakai narkoba adalah hal yang sangat memalukan karena barang haram itu sangat merugikan keberlangsungan hidup bangsa.
Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tidak bisa dicegah. Mengingat sekarang begitu mudahnya mendapatkan barang haram tersebut dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Barang haram ini dapat menyerang siapa saja, kalangan atas maupun kalangan bawah dan  bahkan anak-anak usia sekolah dasar, tapi yang menjadi sasaran empuk narkoba umumnya adalah generasi muda. Sungguh ironis generasi yang seharusnya menjadi penerus bangsa begitu mudahnya dicekoki barang haram  yang dapat membahayakan untuk dirinya sendiri dan untuk bangsa ini juga. Arus globalisasi memang banyak membawa pengaruh negatif bagi keberlangsungan hidup bangsa ini. Terutama bagi kalangan muda yang masih belum bisa memilih dan memilah sesuatu yang masuk dari arus globalisasi tersebut, mereka masih mempunyai pikiran dangkal yang hanya ikut-ikutan tren zaman sekarang atau yang lagi buming terjadi sekarang ini. Kalangan muda memang belum sebenarnya tahu jati diri mereka sehingga  begitu mudahnya terpengaruh oleh pergaulan bebas yang akan membawa ke arah negatif tanpa mereka sadari.
Untuk para pemakai narkoba yang sudah ketergantungan dengan narkoba seharusnya perlu direhabilitasi dengan segera karena akan menyebabkan efek negatif terhadap dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Dari gejala-gejala kecil efek negatifnya adalah mudah marah, mudah tersinggung, pucat menjadi tak bersemangat dalam menjalani aktifitasnya  dan lain sebagainya yang pasti akan membuat dirinya tersiksa sendiri dan yang lebih parah malah membuat orang yang disekitarnya mendapatkan efek negatif dari pemakai narkoba tersebut.
Dari kota besar seperti ibu kota hingga pelosok kota sudah menjadi jalur barang haram itu seperti kota Jepara, salah satu kota dari Jawa Tengah yang menjadi salah satu dari jalur transaksi barang haram itu. Jepara merupakan tempat yang strategis dikarenakan banyaknya pantai yang ada disana yang bisa dijadikan sebagai jalur penyeludupan barang ilegal tersebut. Narkoba sekarang ini telah menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia. Tindakan BNN  sangat di perlukan untuk mengatasi masalah yang merajalela ini. Perlunya sikap tegas BNN untuk menghukum dan membuat efek jera harus segera dilakukan agar barang haram tersebut tidak merugikan bagi kelangsungan hidup bangsa ini. Seharusnya hukuman mati yang sudah dilaksanakan bagi para pengedar narkoba  sudah menjadi efek jera bagi pelaku tindak kejahatan penyalahgunaan narkoba tapi ternyata masih banyak para pemakai dan para pengedar yang malah semakin merajalela melakukan tindak kejahatan itu hanya dikarenakan masalah kebutuhan ekonomi yang menggiurkan bagi para pengedarnya. Dan adanya sifat keingintahuan remaja, ikut-ikutan atau hanya sekedar ingin mencoba saja dan akhirnya membuat sifat ketergantungan memakai barang haram ini.
Faktanya gembong narkoba yang berada di Lapas masih bisa mngendalikan jaringan peredaran gelapnya meskipun di balik sel penjara. Dan seharusnya fakta ini harus segera ditindak lanjuti oleh para pihak kepolisian yang bertugas di Lapas tersebut. Barang haram ini telah merambah ke dunia pendidikan. Dan tidak sepantasnya penerus bangsa mengkonsumsi barang yang tidak layak konsumsi itu yang hanya mengakibatkan efek negatif bagi tubuh dan perkembangannya yang menyebabkan ketergantungan saja.
Peran orang tua sangat penting dan sangat diperlukan  mengingat barang ini telah merambah kedunia pendidikan di usia anak sekolah dasar yang sungguh memprihatinkan. Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Yang pertama adalah dengan mengikut sertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan. Orang tua perlu mengawasi anak disaat di luar sekolah atau aktivfitasnya di rumah dari bermain dan pergaulannya.
Sebagai seorang mahasiswa, kita sebaiknya bisa memilih dan memilah pergaulan yang tidak membawa kita ke arah negatif. Kita bisa memilih teman atau perkumpulan diskusi yang memang sudah  terjamin tujuannya yang berusaha mencerdaskan kehidupan bangsa ini dan berusaha menghilangkan sesuatu yang negatif yang ada pada generasi muda sekarang. Oleh sebab itu, mulai saat ini pendidik, pengajar, dan orang tua, harus sigap serta waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan untuk mewujudkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar